The Reason to Smile

What is your reason to make you smile?

Food, like:

a scoop of ice cream?

a cup of tea?

a piece of cake?

Your beloved one:

your girl/boy friend?

your mom?

your dad?

your brother/sister?

Your hobbies:

music?

cooking?

body training?

What if it doesn’t make you happy again?

What if it doesn’t give you the same taste at the first sight?

Menghadiri Ulang Tahun yang Awkward

cerita pendek (nama tokoh adalah fiktif)

Pagi jam 7 itu aku sudah bangun dan berberes. Sarapan seadanya, hatiku sedikit berdebar. Aku sedikit membayangkan apa yang akan terjadi nanti siang. Setelah mandi aku memikirkan akan pakai baju yang mana. Kulihat isi lemariku dan kupilih baju warna putih yang kemarin kugunakan untuk makan malam Natal bersama teman. Untuk bawahan kupilih celana scuba berwarna hitam agar tampak classy. Setelah semua sempurna, aku pamit pada orang tuaku dan berangkat mengajar. Ah tak lupa aku mengambil anting-anting mutiara panjangku dulu. Di depan pintu, supir kendaraan online sudah siap sedia. Hari ini aku siap bertemu dengan klienku di salah satu mall kota metropolitan.

Transaksi dan acara ramah tamah dengan klien berjalan lancar seperti biasa. Tepat jam 12 siang meeting selesai. Aku sudah siap menghadapi siang nanti, entah akan menjadi hari buruk atau hari baik. Memikirkan pesta ulang tahun yang akan diadakan jam 3 sore nanti mengocok perutku. Aku bergegas memesan kendaraan online kembali. Sial, mahal sekali naik taksi online, kuputuskan untuk naik ojek online saja. Sudahlah aku tidak memikirkan kembali dandananku atau bajuku yang nanti akan bau asap jalanan. Menempuh perjalanan dari Selatan ke Utara cukup memanaskan kepalaku. Sampai disana ternyata masih jam 1 kurang. Aku kecepetan, belum ada siapa-siapa, tapi aku yakin dia sudah datang. Ruangan tempat ulang tahun sedang ditata oleh Mas Miskun. “Mas, yang lain kemana?” tanyaku. “Sedang menghadiri pemberkatan pernikahan.” jawabnya santai. Oh hari ini ternyata ada pemberkatan pernikahan juga di gereja sebelah. Aku melihat Mas Miskun sedang bingung menata ruangan. Aku memberanikan diri untuk mengirimkan pesan padanya untuk menanyakan bangku nya mau ditata seperti apa. Deg-Degan, satu dua tiga! Aku berhasil memencet tombol send. Setelah lama menunggu, sia-sia saja dia tetap tidak mau menjawab. Aku lalu duduk menunggu sambil bermain HP.

Sepertinya orang-orang sudah bubaran dari pemberkatan nikah. Aku dikagetkan oleh Pak Silo, “Kau sudah datang, kenapa baju kita sama?”. Oh ya aku baru menyadari kalau bajuku dengannya sama, warna monokrom. Kami berbincang sebentar kemudian dia datang. Ternyata dia juga memakai baju yang sama, warna monokrom. Mukanya cemberut tanda tidak suka. Pak Silo mengajak kami berfoto bersama. Awalnya dia mengelak, namun Pak Silo menahan tangannya. Akhirnya foto kami dipenuhi aura keengganan.

Tamu pun mulai berdatangan, tidak banyak. Karena acara masih lama, aku bingung harus bagaimana. Rasanya awkward sekali suasana ini, aku ingin pulang saja. Aku lalu kabur sebentar, menyelinap keluar tanpa diketahui oleh siapapun. Aku menemukan Kedai Burger tidak jauh dari tempat itu. Aku masuk dan mencari tempat duduk yang agak sepi. Aku duduk termenung dan sedih, disaat itu aku benar-benar ingin pulang saja daripada harus dimusuhi olehnya. Kami yang dahulu berteman akrab dengan canda dan tawa. Bekerja dalam satu visi, namun janji yang telah ku ingkari membuat dia murka. Permintaan maaf pun rasanya tidak dapat menyembuhkan lukanya. Lalu sejenak aku berdoa, “Tuhan maafkan aku, aku harus bagaimana?”. Selesai berdoa aku ingin membuka alkitab online ku, ingin tau kemana roh kudus mengarahkan aku. Aku yakin dalam hati aku mendengar hatiku berbicara untuk membuka Amsal 17:17. Aku lalu menyentuh layar mengarahkan pada amsal 17:17. Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Aku tertegun, jawaban yang pas sekali dengan pertanyaanku tadi di doaku. Padahal aku tidak sengaja, aku tidak hafal isi amsal. Jawaban ini meyakinkanku untuk tidak pulang. Sialnya, hujan turun agak lebat jadi aku harus tertahan disini untuk sementara waktu. Entah apakah langit juga tau kesedihanku atau hanya aku yang hiperbolis saja.

Hujan mulai mereda sekitar pk 2.30an. Pas sekali sudah sebentar lagi acaranya. Aku lalu kembali ke tempat itu. Aku melongok ke ruangan dan ternyata teman-temanku sudah banyak yang datang. Aku senang dan mulai tumbuh keberanian untuk menginjakan kaki ke ruangan itu. Aku mengobrol dengan teman-temanku menunggu jam 3 tepat. Akhirnya acara dimulai. Dibuka dengan pujian dan doa syukur, lalu kebaktian kecil, lalu ditutup dengan pegurapan oleh pendeta. Aku ingin sekali berkontribusi dalam ulang tahun ini, setidaknya aku berharap agar murka dia mereda. Aku mendokumentasikan acara ini karena kulihat tidak ada yang mendokumentasikannya. Lalu seperti biasa acara tiup lilin dan potong kue pada acara ulang tahun seperti biasa. Aku tetap tidak menemukan celah untuk mengajaknya berbicara, tapi yasudah. Aku melakukan pekerjaanku saja, membantu berberes-beres setelah acara selesai bersama teman yang lain. Saat pulang aku juga hanya bisa berpamitan dan berjabat tangan saja. Jadi kami tetap berkomunikasi seadaanya saja. Tapi tidak apa-apa, amsal 17:17 tadi sudah lebih cukup untuk jawaban. Setidaknya aku belajar untuk menjadi kawan yang lebih baik dan bijak dengan pengalaman yang mengajariku.

Pengalaman Menyesal karena Memarahi Murid

Ketika marah, lebih baik diam.

Waktu itu aku sedang mengajar, temanku membuat aku kesal dengan ulahnya. Yang terjadi adalah secara tidak langsung aku melampiaskan kemarahanku pada muridku. Hal buruk yang tidak kusadari adalah, aku lupa kalau muridku ini juga sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya. Dia keluar dari sekolah dan melanjutkan homeschooling, mungkin karena mengalami suatu masalah di sekolahnya. Dia juga tampak murung dan tidak pernah berbicara banyak. Lalu aku memperburuk keadaan dengan melampiaskan kemarahanku waktu mengajar dengan membentak dia waktu mengajar.

Terlambat sudah, kata-kataku tidak dapat ditarik kembali, dia lalu menangis. Aku merasa bersalah dan meminta maaf pada orang tuanya. Setelah itu dia berhenti les, tidak ada kabarnya. Sekarang yang ada hanyalah penyesalan. Bisa jadi aku malah memperburuk kondisinya saat itu. Aku tidak pernah bertemu dengan dia lagi. Aku tidak ingin mengulang kembali hal ini, aku bertekad untuk memberikan cinta kasih pada murid-muridku. Jangan dimarahi, tapi diberi pengertian dengan lemah lembut.

Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh (Pengkhotbah 7: 9).

Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan (Amsal 14: 29)

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah  (Yakobus 1: 19-20).

“Kalau Kita Memberi Berkat, Kita Akan Diberi Berkat Lagi”

Siang ini aku tiba-tiba dihubungi melalui whatsapp oleh salah satu orang tua muriku. Kami memang biasa suka kontekan berkabar sih. Kami suka bertukar lagu, biasanya aku akan transkrip lagu ke not angka untuk anaknya yang berkebutuhan khusus. Lalu dia menanyakan apakah aku sering memakai ov*/gr*b. Lalu aku bilang iya tanpa ada pikiran lain. Lalu tiba-tiba beliau menunjukkan bukti kalau sudah mentransfer sejumlah uang ke ov* ku. Aku kaget dan langsung menelponnya. Beliau bilang beliau baru dapat berkat, gpp untuk bagi berkat lagi ke orang lain nanti bakal dikasih lagi (berkatnya). Walaupun sekarang aku bekerja di rumah dan tidak keluar ongkos apapun, tapi miris banget liat nominal saldo di mobile banking ku, karena belum gajian juga sih dan ada penurunan pendapatan karena kondisi covid19 ini. Tapi yang membuatku terharu adalah, aku tau kalau beliau tidak bekerja dan seorang single mom, tapi masih bisa menyempatkan berbagi berkat padaku yang masih bisa bekerja, masih single belum ada tanggungan. Disini aku jadi sadar kalau memberi berkat ternyata ga harus lebay tunggu ketemu orang kelaparan di jalan atau liat manusia gerobak dulu. Berbagi ke orang terdekat juga sangat berarti dan besar dampaknya. “Gapapa Agnes, kalau kita memberi berkat nanti kita juga diberi lebih.” Semoga Tuhan memberikan berkat yang melimpah untuk mu ya tante 🙂

“Mungkin ini Memang Jalannya Tuhan”

Hari Minggu pagi itu aku diantar orang tuaku pergi ujian teori ABRSM di Hotel Aryaduta. Karena jadwal ujian nya pagi (kalau tidak salah jam 9), jadi aku tidak pergi ke gereja. Aku lupa kenapa hari itu aku berantem sama mamaku (lupa alasannya), jadi suasana pagi itu tidak enak, sebenarnya agak mengganggu juga untuk ujian kalau suasana hati sedang tidak baik. Aku hanya di drop off saja sampai di hotel.

Sampai di hotel aku mencari tempat duduk untuk kembali mengulang pelajaran agar aku tidak lupa. Aku sudah tidak peduli kalau aku duduk di kursi restaurant yang digunakan untuk pengunjung hotel makan breakfast. Pokoknya bad mood sudah membuatku lupa dengan sekitarku. Mungkin karena itu masih pagi (masih 1 atau 1,5 jam lagi menuju ujian), tidak terlalu ramai jadi pegawai hotel juga tidak menggubrisku.

Lalu aku mulai membaca lagi catatan ku. Tak beberapa lama kemudian, suasana mulai ramai karena peserta ujian lainnya mulai berdatangan. Lalu aku melihat ada satu keluarga, ibu ayah dan 2 anak perempuannya mungkin sebaya denganku. Tak disangka si ibu menyapaku dan menanyakan apakah tempat duduk yang aku tempati masih kosong (waktu itu aku bahkan menempati tempat duduk dengan meja yang cukup untuk berempat atau berenam). Aku mengangguk ramah dan mempersilahkan mereka untuk bergabung. Ternyata dua anak tadi memang sebaya denganku. Kakaknya seumur denganku, adiknya hanya beda 2 tahun kalau tidak salah. Anehnya kami kuliah di tempat yang sama tapi berbeda jurusan. Kakaknya jurusan kedokteran dan adiknya jurusan psikologi. Lalu ternyata mereka memiliki guru piano yang kita sama-sama kenal. Mereka ramah sekali padaku, orang asing yang baru ditemui pagi ini. Kami jadi mengobrol banyak dan melupakan ketegangan ujian. Karena sadar kalau ini adalah tempat breakfast, si ibu lalu memesan camilan untuk dimakan oleh kami semua. Aku sebenarnya sungkan dan malu karena tadi oleh karena bad mood jadi tidak peduli dengan sekitar. Aku kagum dengan kehangatan keluarga ini. Mereka sekeluarga berbicara dengan bahasa tiociu (salah satu suku di China) tetapi berbicara bahasa indonesia denganku.

Ketika tiba saatnya pendaftaran ulang ujian, si ayah mengantarkan dua putri dan aku juga. Si ayah menorehkan tanda salib di kedua dahi putrinya sebelum ujian. Aku semakin kagum, selain ramah mereka juga religius sekali. Si ayah dan ibu juga mengucapkan selamat ujian dan semoga bisa menyelesaikan nya dengan baik padaku. Setelah ujian, aku bertemu kembali dengan mereka dan mengucapkan terima kasih. Mood ku sudah lebih membaik dan aku jadi menyesal kenapa tadi pagi sudah berantem dengan mamaku, nanti kalau pulang aku ingin berbaikan lagi dengan mamaku. Lalu aku juga sempat mengungkapkan keherananku karena entah kebetulan atau entah bagaimana seperti dunia sempit sekali. Tapi aku percaya tidak ada yang kebetulan, semua sudah diatur. Si ibu bilang padaku, “Mungkin ini memang jalannya Tuhan.”

PSALM 46 (SONG)

COMPOSER: JS
God is within us, and we will not fall.
And God will help us, at the break of the day.
Come and see the works, of the Lord in us
God is within us, and we will not fall.
And God will help us, at the break of the day.
Come and see the works, of the Lord in us
CHORUS
‘Coz the Lord Almighty is with us,
an ever present help in trouble.
Just be still and, stay near to Him.
‘Coz the Lord Almighty is with us,
an ever present help in trouble.
Just be still and, stay close to Him.
—————————
God is within us, and we will not fall.
And God will help us, at the break of the day.
Come and see the works, of the Lord in us
God is within us, and we will not fall.
And God will help us, at the break of the day.
Come and see the works, of the Lord in us
CHORUS
‘Coz the Lord Almighty is with us,
an ever present help in trouble.
Just be still and, stay near to Him.
‘Coz the Lord Almighty is with us,
an ever present help in trouble.
Just be still and, stay close to Him.
————
CHORUS
‘Coz the Lord Almighty is with us,
an ever present help in trouble.
Just be still and, stay near to Him.
‘Coz the Lord Almighty is with us,
an ever present help in trouble.
Just be still and, stay close to Him.

———————-

ENDING
Emmanuel, Our God with us, Emmanuel.

Like You Love Me

Verse 1:

Lord, teach me how to love other people

Even it is the person I hate

Give me your warm and sincerely heart

Like You love me

Reff:

Cause You are love

Your love is faithful and never fail

Your love always beautiful at Your time

Cause You are love

Verse 2:

Lord, teach me how to love other people

Even it is on the hardest time

Through sorrow and pain, I can understand unconditionally love

Like You love me

bridge:

Like You love me…

Like You love me…

Ayat Profetik

Gw iseng buka IG dan liat post dari Ibu Henny Kristianus. Ibu Henny post tentang ayat yang di dapat waktu membuka link https://gbika.org/ayat-profetik/ yang sesuai dengan yang Ibu Henny gumulkan. Lalu gw juga mencoba membuka link itu terus gw dapet 1 Petrus 5:6

Gw juga lagi menggumulkan sesuatu masalah. Dan bener banget kata ayat ini, jika kita mau merendahkan diri di hadapan Allah, Allah akan meninggikan kita pada waktunya. Mengingatkan gw untuk selalu pegangan sama Tuhan, gaboleh lupa, gaboleh menyerah. Terima kasih Tuhan untuk penyertaanMu selalu 🙂

Ke Sukabumi Ketinggalan Kereta?? 😱

Iya ini beneran terjadi. Gw salah perhitungan, terlalu selow dan ga memperhitungkan kalau gw bawa orang tua which is spare time harus lebih banyak. Jadi gw berangkat dari rumah ke stasiun Tebet aja udah 6.15, sampai sana jam 6.30 an, sedangkan perjalanan ke stasiun Bogor bisa makan waktu 45 menit – 1 jam. Gw salah juga sih, lupa berdoa sebelum berangkat. Itu ngaruh lho, perjalanan yang disertai Tuhan sama yang ga disertai 😅. Lalu di stasiun Tebet gw sempet kesel pas nganterin ortu gw kan mesti nyebrang tapi kalau lansia bisa lewat jalur khusus, gw tetep gaboleh lewat jalur khusus dan mesti nyebrang turun tangga padahal gw uda bilang mau nemenin orang tua gw. Yasudahlah, gw ga marah sih, agak kesel aja dalam hati. Harus nya gw gaboleh marah, malah bagus dong petugas nya disiplin dalam menetapkan aturan, dan ternyata pas di seberang stasiun si bapak petugas juga bilang ke ortu gw suruh tunggu nanti gw akan datang. Maafkan saya pak petugas 😂

Terus pas mau naik kereta, jarak tanah sama kereta itu tinggi banget. Gw ga nyangka bokap gw ga kuat naik sampe jatuh, untung nyokap pegangin dari belakang tapi ikutan jatuh juga. Sandal bokap lepas jatuh ke bawah. Tapi puji Tuhan ada petugas yang sigap nolongin dan semua baik-baik aja ga ada yang luka. Akhirnya kita tunggu kereta kedua. Pas kereta kedua dateng, petugas udah siap bantuin bokap nyokap gw terus gw jg jagain dari belakang.

Nyampe stasiun Bogor udah 7.45 kalau ga salah terus belum mesti jalan ke stasiun Paledang sementara kereta jam 7.50. Waduh sampai sana udah 7.55 dan kita ditinggal kereta 😭. Kata petugas disana kereta berangkat jam 7.53 malah, walah ga kebeneran deh. Sedih, tapi harus move on cari cara gimana caranya supaya tetep bisa berangkat ke Sukabumi. Akhirnya kami carter Grab. Karena kita ga pulang pergi akhirnya kami nego, 550 ribu akhirnya karena kesana macet sekali. Kita berangkat kira-kira jam 8.30 sampai disana jam 1 kurang.

Tujuan pertama kami karena sudah lapar adalah makan Bubur Ayam Bunut Siliwangi. Seporsi bubur ayam biasa adalah Rp 18.000, jus strawberry Rp 19.000.

Setelah itu kami ke Hotel Horison tempat kami menginap semalam. Bobok siang dulu melepas kepenatan. Bete banget di jalan kena macet dan panas. Hotel Horison ini menurut gw bagus dan nyaman, direkomendasikan untuk kalian yang pergi ke Sukabumi.

Setelah selesai re-charge energi, kami cari makan sore ke daerah Odeon. Kami makan di Soto Mie Mang Ece Cabang Odeon. Pesen soto mie, mi kocok, dan lomie. Lomie seharga Rp 23.000, mi kocok dan soto mie seharga masing-masing Rp 20.000.

Kalau di Sukabumi kalau makan selalu disuguhi teh hangat gratis. Setelah dari Mang Ece, di seberang nya ada ketan bakar seharga Rp 6.000 satu nya. Ketan ini pakai serundeng dan oncom.

Jalan-jalan sekitar nya ada Mie goreng Oyan, Odeon kopitiam, tapi kami ga coba. Ada Vihara Widhi Sakti yang besar dan mencolok dengan warna merah nya. Kami makan lagi ronde kedua di Bubur Ayam Odeon. Pesen bubur yang pisah komplit seharga Rp 28.000, bubur nya khas bubur chinese.

Setelah itu kami mencari es serut yang segar-segar. Tadi nya mau ke es serut Enozz tapi ternyata tidak ada, lalu kami pergi ke Mie Baso & Es Teler Kang Hasyan di seberang Telkom Kaum (Witel). Seporsi es serut seharga Rp 10.000. Lupa foto es nya jadi foto tempat nya aja hehe.

Setelah itu kami pergi ke Sekoteng Singapore. Penasaran karena katanya dessert ini terkenal dan harus coba kalau ke Sukabumi. Seporsi sekoteng Rp 13.000 bisa pilih kuah pandan, jahe, atau mau jadi es sekoteng juga bisa. Isi sekoteng nya ada biji delima, barley, kacang ijo, biskuit, roti tawar, disiram kuah pandan atau jahe terus pake susu kental manis putih.

Udah ga kuat lagi padahal kalau jalan sedikit ke seberang masih ada wedang ronde dan tahu pletok. Akhirnya kami balik ke hotel. Masih ada bandros Ata yang terkenal tapi karena perut udah full jadi ga cobain.

Besok pagi nya gw sempet berenang dulu di hotel dan kami breakfast di hotel. Makanan brekfast di hotel Horison ini enak. Setelah itu kami pergi ke Mochi Kaswari Lampion. Mochi nya rata-rata harganya Rp 50.000, bika ambon nya Rp 20.000.

Setelah itu kami pergi ke Selabintana untuk sekedar refreshing melihat pemandangan. Setelah itu kami ke Mochi Ahmad Yani untuk memburu mochi lagi. Tadinya penjual bilang mochi udah habis tapi syukurlah saat kami mau pulang penjual nya bilang ada sisa 2. Satunya seharga Rp 20.000. Disana juga menjual makanan ringan lain nya. Setelah itu kami makan siang di restoran Alam Sunda yang di seberang Seoul Little. Disini dijajakan berbagai aneka lauk pauk khas Sunda.

Setelah itu kami pulang ke hotel dan packing. Setelah check out kami menunggu sekitar 1 jam dulu di lobby hotel karena jadwal kereta kami masih lama. Kami tak mau ketinggalan kereta lagi jadi 1 jam sebelum nya kami sudah berangkat ke Stasiun Sukabumi 😂.

Yey akhirnya tiba saat nya pulang dan sampai di Stasiun Paledang. Puji Tuhan hujan sudah berhenti dan kami lanjut lagi naik commuter line dari stasiun Bogor ke stasiun Tebet dan pulang ke rumah naik grab. Beginilah kisah ngebolang kami ke Sukabumi. Thanks for reading!

Hati-Hati Penipuan yang meminta 16 nomor kartu ATM

Guys please jangan share data pribadi kalian kalau mau bertransaksi atau transfer uang ke orang lain. Cukup nomor rekening aja dan nama Bank nya. Hal ini gw alamin pas mau jual modem di Carousel. Lalu ada yang hubungin gw lalu gw chat di WA terus gw kasih nomor rekening gw, tapi kok dia minta 16 nomor kartu ATM dan dia bilang perlu karena transaksi nya di BCA onklik. Gw curiga jadi gw lama bales nya, dia malah telpon-telpon gw. Terus pas gw tanya kok pake 16 nomor kartu, dia bilang karena transaksi nya pake sms. Gw makin curiga lagi. Akhirnya dia bilang batal transaksi gw bilang yaudah gapapa, nomor gw malah di block 😂 yaudah gw ikut block juga. Untung foto profil gw lagi sama banyak orang jadi dia gatau gw yang mana. Ngeri banget deh, jangan mau share data pribadi ya. Cukup nomor rekening aja. Hati-hati guys, banyak berdoa agar kamu jangan jatuh dalam cobaan dan dijauhkan dari yang jahat.