The Reason to Smile

What is your reason to make you smile?

Food, like:

a scoop of ice cream?

a cup of tea?

a piece of cake?

Your beloved one:

your girl/boy friend?

your mom?

your dad?

your brother/sister?

Your hobbies:

music?

cooking?

body training?

What if it doesn’t make you happy again?

What if it doesn’t give you the same taste at the first sight?

Pengalaman Menyesal karena Memarahi Murid

Ketika marah, lebih baik diam.

Waktu itu aku sedang mengajar, temanku membuat aku kesal dengan ulahnya. Yang terjadi adalah secara tidak langsung aku melampiaskan kemarahanku pada muridku. Hal buruk yang tidak kusadari adalah, aku lupa kalau muridku ini juga sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya. Dia keluar dari sekolah dan melanjutkan homeschooling, mungkin karena mengalami suatu masalah di sekolahnya. Dia juga tampak murung dan tidak pernah berbicara banyak. Lalu aku memperburuk keadaan dengan melampiaskan kemarahanku waktu mengajar dengan membentak dia waktu mengajar.

Terlambat sudah, kata-kataku tidak dapat ditarik kembali, dia lalu menangis. Aku merasa bersalah dan meminta maaf pada orang tuanya. Setelah itu dia berhenti les, tidak ada kabarnya. Sekarang yang ada hanyalah penyesalan. Bisa jadi aku malah memperburuk kondisinya saat itu. Aku tidak pernah bertemu dengan dia lagi. Aku tidak ingin mengulang kembali hal ini, aku bertekad untuk memberikan cinta kasih pada murid-muridku. Jangan dimarahi, tapi diberi pengertian dengan lemah lembut.

Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh (Pengkhotbah 7: 9).

Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan (Amsal 14: 29)

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah  (Yakobus 1: 19-20).

“Kalau Kita Memberi Berkat, Kita Akan Diberi Berkat Lagi”

Siang ini aku tiba-tiba dihubungi melalui whatsapp oleh salah satu orang tua muriku. Kami memang biasa suka kontekan berkabar sih. Kami suka bertukar lagu, biasanya aku akan transkrip lagu ke not angka untuk anaknya yang berkebutuhan khusus. Lalu dia menanyakan apakah aku sering memakai ov*/gr*b. Lalu aku bilang iya tanpa ada pikiran lain. Lalu tiba-tiba beliau menunjukkan bukti kalau sudah mentransfer sejumlah uang ke ov* ku. Aku kaget dan langsung menelponnya. Beliau bilang beliau baru dapat berkat, gpp untuk bagi berkat lagi ke orang lain nanti bakal dikasih lagi (berkatnya). Walaupun sekarang aku bekerja di rumah dan tidak keluar ongkos apapun, tapi miris banget liat nominal saldo di mobile banking ku, karena belum gajian juga sih dan ada penurunan pendapatan karena kondisi covid19 ini. Tapi yang membuatku terharu adalah, aku tau kalau beliau tidak bekerja dan seorang single mom, tapi masih bisa menyempatkan berbagi berkat padaku yang masih bisa bekerja, masih single belum ada tanggungan. Disini aku jadi sadar kalau memberi berkat ternyata ga harus lebay tunggu ketemu orang kelaparan di jalan atau liat manusia gerobak dulu. Berbagi ke orang terdekat juga sangat berarti dan besar dampaknya. “Gapapa Agnes, kalau kita memberi berkat nanti kita juga diberi lebih.” Semoga Tuhan memberikan berkat yang melimpah untuk mu ya tante 🙂

“Mungkin ini Memang Jalannya Tuhan”

Hari Minggu pagi itu aku diantar orang tuaku pergi ujian teori ABRSM di Hotel Aryaduta. Karena jadwal ujian nya pagi (kalau tidak salah jam 9), jadi aku tidak pergi ke gereja. Aku lupa kenapa hari itu aku berantem sama mamaku (lupa alasannya), jadi suasana pagi itu tidak enak, sebenarnya agak mengganggu juga untuk ujian kalau suasana hati sedang tidak baik. Aku hanya di drop off saja sampai di hotel.

Sampai di hotel aku mencari tempat duduk untuk kembali mengulang pelajaran agar aku tidak lupa. Aku sudah tidak peduli kalau aku duduk di kursi restaurant yang digunakan untuk pengunjung hotel makan breakfast. Pokoknya bad mood sudah membuatku lupa dengan sekitarku. Mungkin karena itu masih pagi (masih 1 atau 1,5 jam lagi menuju ujian), tidak terlalu ramai jadi pegawai hotel juga tidak menggubrisku.

Lalu aku mulai membaca lagi catatan ku. Tak beberapa lama kemudian, suasana mulai ramai karena peserta ujian lainnya mulai berdatangan. Lalu aku melihat ada satu keluarga, ibu ayah dan 2 anak perempuannya mungkin sebaya denganku. Tak disangka si ibu menyapaku dan menanyakan apakah tempat duduk yang aku tempati masih kosong (waktu itu aku bahkan menempati tempat duduk dengan meja yang cukup untuk berempat atau berenam). Aku mengangguk ramah dan mempersilahkan mereka untuk bergabung. Ternyata dua anak tadi memang sebaya denganku. Kakaknya seumur denganku, adiknya hanya beda 2 tahun kalau tidak salah. Anehnya kami kuliah di tempat yang sama tapi berbeda jurusan. Kakaknya jurusan kedokteran dan adiknya jurusan psikologi. Lalu ternyata mereka memiliki guru piano yang kita sama-sama kenal. Mereka ramah sekali padaku, orang asing yang baru ditemui pagi ini. Kami jadi mengobrol banyak dan melupakan ketegangan ujian. Karena sadar kalau ini adalah tempat breakfast, si ibu lalu memesan camilan untuk dimakan oleh kami semua. Aku sebenarnya sungkan dan malu karena tadi oleh karena bad mood jadi tidak peduli dengan sekitar. Aku kagum dengan kehangatan keluarga ini. Mereka sekeluarga berbicara dengan bahasa tiociu (salah satu suku di China) tetapi berbicara bahasa indonesia denganku.

Ketika tiba saatnya pendaftaran ulang ujian, si ayah mengantarkan dua putri dan aku juga. Si ayah menorehkan tanda salib di kedua dahi putrinya sebelum ujian. Aku semakin kagum, selain ramah mereka juga religius sekali. Si ayah dan ibu juga mengucapkan selamat ujian dan semoga bisa menyelesaikan nya dengan baik padaku. Setelah ujian, aku bertemu kembali dengan mereka dan mengucapkan terima kasih. Mood ku sudah lebih membaik dan aku jadi menyesal kenapa tadi pagi sudah berantem dengan mamaku, nanti kalau pulang aku ingin berbaikan lagi dengan mamaku. Lalu aku juga sempat mengungkapkan keherananku karena entah kebetulan atau entah bagaimana seperti dunia sempit sekali. Tapi aku percaya tidak ada yang kebetulan, semua sudah diatur. Si ibu bilang padaku, “Mungkin ini memang jalannya Tuhan.”

Like You Love Me

Verse 1:

Lord, teach me how to love other people

Even it is the person I hate

Give me your warm and sincerely heart

Like You love me

Reff:

Cause You are love

Your love is faithful and never fail

Your love always beautiful at Your time

Cause You are love

Verse 2:

Lord, teach me how to love other people

Even it is on the hardest time

Through sorrow and pain, I can understand unconditionally love

Like You love me

bridge:

Like You love me…

Like You love me…

Ayat Profetik

Gw iseng buka IG dan liat post dari Ibu Henny Kristianus. Ibu Henny post tentang ayat yang di dapat waktu membuka link https://gbika.org/ayat-profetik/ yang sesuai dengan yang Ibu Henny gumulkan. Lalu gw juga mencoba membuka link itu terus gw dapet 1 Petrus 5:6

Gw juga lagi menggumulkan sesuatu masalah. Dan bener banget kata ayat ini, jika kita mau merendahkan diri di hadapan Allah, Allah akan meninggikan kita pada waktunya. Mengingatkan gw untuk selalu pegangan sama Tuhan, gaboleh lupa, gaboleh menyerah. Terima kasih Tuhan untuk penyertaanMu selalu 🙂

Ke Sukabumi Ketinggalan Kereta?? 😱

Iya ini beneran terjadi. Gw salah perhitungan, terlalu selow dan ga memperhitungkan kalau gw bawa orang tua which is spare time harus lebih banyak. Jadi gw berangkat dari rumah ke stasiun Tebet aja udah 6.15, sampai sana jam 6.30 an, sedangkan perjalanan ke stasiun Bogor bisa makan waktu 45 menit – 1 jam. Gw salah juga sih, lupa berdoa sebelum berangkat. Itu ngaruh lho, perjalanan yang disertai Tuhan sama yang ga disertai 😅. Lalu di stasiun Tebet gw sempet kesel pas nganterin ortu gw kan mesti nyebrang tapi kalau lansia bisa lewat jalur khusus, gw tetep gaboleh lewat jalur khusus dan mesti nyebrang turun tangga padahal gw uda bilang mau nemenin orang tua gw. Yasudahlah, gw ga marah sih, agak kesel aja dalam hati. Harus nya gw gaboleh marah, malah bagus dong petugas nya disiplin dalam menetapkan aturan, dan ternyata pas di seberang stasiun si bapak petugas juga bilang ke ortu gw suruh tunggu nanti gw akan datang. Maafkan saya pak petugas 😂

Terus pas mau naik kereta, jarak tanah sama kereta itu tinggi banget. Gw ga nyangka bokap gw ga kuat naik sampe jatuh, untung nyokap pegangin dari belakang tapi ikutan jatuh juga. Sandal bokap lepas jatuh ke bawah. Tapi puji Tuhan ada petugas yang sigap nolongin dan semua baik-baik aja ga ada yang luka. Akhirnya kita tunggu kereta kedua. Pas kereta kedua dateng, petugas udah siap bantuin bokap nyokap gw terus gw jg jagain dari belakang.

Nyampe stasiun Bogor udah 7.45 kalau ga salah terus belum mesti jalan ke stasiun Paledang sementara kereta jam 7.50. Waduh sampai sana udah 7.55 dan kita ditinggal kereta 😭. Kata petugas disana kereta berangkat jam 7.53 malah, walah ga kebeneran deh. Sedih, tapi harus move on cari cara gimana caranya supaya tetep bisa berangkat ke Sukabumi. Akhirnya kami carter Grab. Karena kita ga pulang pergi akhirnya kami nego, 550 ribu akhirnya karena kesana macet sekali. Kita berangkat kira-kira jam 8.30 sampai disana jam 1 kurang.

Tujuan pertama kami karena sudah lapar adalah makan Bubur Ayam Bunut Siliwangi. Seporsi bubur ayam biasa adalah Rp 18.000, jus strawberry Rp 19.000.

Setelah itu kami ke Hotel Horison tempat kami menginap semalam. Bobok siang dulu melepas kepenatan. Bete banget di jalan kena macet dan panas. Hotel Horison ini menurut gw bagus dan nyaman, direkomendasikan untuk kalian yang pergi ke Sukabumi.

Setelah selesai re-charge energi, kami cari makan sore ke daerah Odeon. Kami makan di Soto Mie Mang Ece Cabang Odeon. Pesen soto mie, mi kocok, dan lomie. Lomie seharga Rp 23.000, mi kocok dan soto mie seharga masing-masing Rp 20.000.

Kalau di Sukabumi kalau makan selalu disuguhi teh hangat gratis. Setelah dari Mang Ece, di seberang nya ada ketan bakar seharga Rp 6.000 satu nya. Ketan ini pakai serundeng dan oncom.

Jalan-jalan sekitar nya ada Mie goreng Oyan, Odeon kopitiam, tapi kami ga coba. Ada Vihara Widhi Sakti yang besar dan mencolok dengan warna merah nya. Kami makan lagi ronde kedua di Bubur Ayam Odeon. Pesen bubur yang pisah komplit seharga Rp 28.000, bubur nya khas bubur chinese.

Setelah itu kami mencari es serut yang segar-segar. Tadi nya mau ke es serut Enozz tapi ternyata tidak ada, lalu kami pergi ke Mie Baso & Es Teler Kang Hasyan di seberang Telkom Kaum (Witel). Seporsi es serut seharga Rp 10.000. Lupa foto es nya jadi foto tempat nya aja hehe.

Setelah itu kami pergi ke Sekoteng Singapore. Penasaran karena katanya dessert ini terkenal dan harus coba kalau ke Sukabumi. Seporsi sekoteng Rp 13.000 bisa pilih kuah pandan, jahe, atau mau jadi es sekoteng juga bisa. Isi sekoteng nya ada biji delima, barley, kacang ijo, biskuit, roti tawar, disiram kuah pandan atau jahe terus pake susu kental manis putih.

Udah ga kuat lagi padahal kalau jalan sedikit ke seberang masih ada wedang ronde dan tahu pletok. Akhirnya kami balik ke hotel. Masih ada bandros Ata yang terkenal tapi karena perut udah full jadi ga cobain.

Besok pagi nya gw sempet berenang dulu di hotel dan kami breakfast di hotel. Makanan brekfast di hotel Horison ini enak. Setelah itu kami pergi ke Mochi Kaswari Lampion. Mochi nya rata-rata harganya Rp 50.000, bika ambon nya Rp 20.000.

Setelah itu kami pergi ke Selabintana untuk sekedar refreshing melihat pemandangan. Setelah itu kami ke Mochi Ahmad Yani untuk memburu mochi lagi. Tadinya penjual bilang mochi udah habis tapi syukurlah saat kami mau pulang penjual nya bilang ada sisa 2. Satunya seharga Rp 20.000. Disana juga menjual makanan ringan lain nya. Setelah itu kami makan siang di restoran Alam Sunda yang di seberang Seoul Little. Disini dijajakan berbagai aneka lauk pauk khas Sunda.

Setelah itu kami pulang ke hotel dan packing. Setelah check out kami menunggu sekitar 1 jam dulu di lobby hotel karena jadwal kereta kami masih lama. Kami tak mau ketinggalan kereta lagi jadi 1 jam sebelum nya kami sudah berangkat ke Stasiun Sukabumi 😂.

Yey akhirnya tiba saat nya pulang dan sampai di Stasiun Paledang. Puji Tuhan hujan sudah berhenti dan kami lanjut lagi naik commuter line dari stasiun Bogor ke stasiun Tebet dan pulang ke rumah naik grab. Beginilah kisah ngebolang kami ke Sukabumi. Thanks for reading!

Hati-Hati Penipuan yang meminta 16 nomor kartu ATM

Guys please jangan share data pribadi kalian kalau mau bertransaksi atau transfer uang ke orang lain. Cukup nomor rekening aja dan nama Bank nya. Hal ini gw alamin pas mau jual modem di Carousel. Lalu ada yang hubungin gw lalu gw chat di WA terus gw kasih nomor rekening gw, tapi kok dia minta 16 nomor kartu ATM dan dia bilang perlu karena transaksi nya di BCA onklik. Gw curiga jadi gw lama bales nya, dia malah telpon-telpon gw. Terus pas gw tanya kok pake 16 nomor kartu, dia bilang karena transaksi nya pake sms. Gw makin curiga lagi. Akhirnya dia bilang batal transaksi gw bilang yaudah gapapa, nomor gw malah di block 😂 yaudah gw ikut block juga. Untung foto profil gw lagi sama banyak orang jadi dia gatau gw yang mana. Ngeri banget deh, jangan mau share data pribadi ya. Cukup nomor rekening aja. Hati-hati guys, banyak berdoa agar kamu jangan jatuh dalam cobaan dan dijauhkan dari yang jahat.

Kecaplah Manisnya Kebaikan Tuhan

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! – Mazmur 34:8 –

Gw mau ceritain pengalaman gw ditolong Tuhan dan gw ngerasain betul ayat Mazmur 34:8 diatas. Jadi ceritanya waktu itu bokap gw jatuh (posisi jatuh, kepala terbentur ke tanah) dan kepala nya berdarah. Bokap gw lagi di toko dan untung ditolongin pegawai dan tetangga. Pegawai bokap langsung telepon ke rumah dan gw yang angkat telpon panik. Gw sama nyokap langsung ganti baju seadanya terus ke toko naik mobil, gile gw tegang juga nyetirnya mana toko nya di gang gitu. Pas nyampe bokap untung nya masih sadar walaupun pusing kepala nya. Udah dikasih minum terus katanya kalau jatuh supaya ga kena stroke jari ditusuk jarum dan darahnya dikeluarin. Abis itu gw langsung bawa bokap ke Rumah Sakit PON di Cawang.

Gw panik banget lah, bokap gw juga udah pernah jatuh tahun 2016, dan ini jatuh lagi kedua kalinya (2018), bokap gw uda berumur juga kan, udah takut banget deh waktu itu cuma bisa doa. Terus di rumah sakit masuk UGD, diobatin terus gw sama nyokap ngurus administrasi nya, bisa pakai BPJS untung nya. Tapi waktu itu BPJS bokap belum dibayar dan kena denda jadi gw mesti bayar dulu. Ternyata bayar nya harus pakai Mandiri dan gw ga ada jadi gw minta tolong sahabat gw buat bayarin, waktu itu bayar nya juga udah mepet batas waktu nya pula, tapi tangan Tuhan ga pernah terlambat. Gw bersyukur Tuhan menolong gw. Dan bisa pas banget bokap gw dapet kamar sisa 1 ranjang di kelas 3. Disini gw akan selalu inget Tuhan ga pernah jauh, Tuhan selalu ada. Tuhan itu baik banget hanya kita nya aja yang gatau diri masih main-main sama dosa.

Bokap gw dirawat selama seminggu. Gw juga bersyukur gw dikelilingi temen-temen yang baik yang mau ngejenguk bokap gw yang mendoakan dan menghibur gw. Yang gw heran juga pas kejadian tuh pagi jadi gw belum berangkat ngajar dan masih bisa ngabarin murid-murid kalau gw gabisa ngajar. Semua kayak pas banget dan semua nya dimudahkan. Pokoknya kalau gw merasa hilang arah atau gw merasa Tuhan kok jauh ga jawab-jawab gw, gw akan selalu ingat pengalaman gw ini. Praise the Lord forever! ❤

Kapok pertama kali pergi ke Bangkok???

Day 1, Saturday 27th July 2019

Jadi kemarin kita dapet promo paylater di Traveloka. Jadi kita beli tiket Th*i airways PP dengan harga 2 juta. Kita pergi berenam, sebenernya rencana cuma berempat tapi di tengah perjalanan ada penambahan 2 orang personil. Sebelum berangkat ke bandara, kita (sebagai guru yang berdedikasi tinggi) mengajar piano dulu sebelum kita pergi bareng-bareng ke bandara. (di foto kurang 1 personil karena beda pesawat). Pelayanan Th*i Airways nyaman, makanan nya enak, pramugari nya juga ramah. 
IMG-20190727-WA0008

Sampai di Bangkok udah malem jadi kami langsung ke Hotel. Kami pisah dua penginapan karena waktu berempat kami sudah memesan Airbnb di Apartment Lumphini Place di Krung Thep Maka Nakhon. Sedangkan 2 temen gw yang nyusul menginap di Hotel The Step Sathorn.

Day 2, Sunday 28th July 2019

Di deket Hotel The Step Sathorn gw cobain

  1. Five Star Chicken

2. McDonalds

Nyobain Mc Flurry rasa salted caramel dan minum ice milo

Terus gw naik Bus 77 ke Stasiun Mo Chit karena mau ke pasar Chatucak. Di stasiun BTS nya itu banyak sekali yang jual makanan dan minuman (banyakan Thai tea atau bubble tea). Gw cobain apple tea nya Ochaya tapi gw gasuka karena rasa minuman nya manis sekali.

Ngapain aja di Chatucak?

  1. Belanja, beli oleh-oleh. Barang disana cukup lucu dan menarik, tapi kok berasa kayak di kawasan Glodok, Kota yang di Jakarta ya?
  2. Makan coconut ice cream, ini wajib!
  3. Makan ketan mangga, ini juga wajib!

IMG-20190729-WA0059

Setelah itu kita balik ke Hotel ambil barang gw terus naik MRT terus ke apartemen untuk beres-beres. Setelah itu kita ke Siam Center. Karena Raja sedang ulang tahun makanya disini ada perayaan untuk menghormati Raja. Jalanan juga sepi ga macet.

IMG20190728195747
IMG-20190729-WA0006

IMG-20190729-WA0007

Disini kita makan Crab Tom Yum Noodle.

Day 3, Monday 29th July 2019

Kita akan pergi shopping-shopping hari ini. Sudah cantik dengan sandal kembaran 😀

IMG20190729095704

Kalau jalan-jalan di stasiun MRT, mampir ke toko roti disana (lupa namanya) disini enak rotinya dan boleh lah untuk mengganjal perut yang lapar di tengah kesibukkan kota Bangkok. Ini penampakan nya:
IMG20190729094024

Kita pergi ke The Market. Makan siang di Go-Ang Chicken Rice dulu, ini terkenal enak.

IMG20190729105055

Shopping dimulai dari Platinum Mall. Disini kami berburu baju, aksesoris, dan yang lain nya. Harga nya sebenernya mirip dengan harga online shop di Jakarta (atau gw aja yang gabisa nawar ya). Tempat nya mirip seperti ITC Mangga Dua. Kalau untuk aksesoris memang harganya jauh lebih miring dan lucu-lucu. Entah kenapa gw bisa ketemu sama saudara gw pas di Platinum.

IMG20190729150026

Setelah itu kita pergi ke MBK Center. Setelah puas shopping-shopping, kita makan malem di Chicken Rice lagi (namanya lupa). Terus makan dessert ke After You di The Market.

IMG-20190729-WA0071 IMG20190729210432

IMG-20190729-WA0070

Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit saja makanan sudah tandas berpindah ke dalam perut wkwk. Untung nya kalau pembayaran minimum 500 Baht bisa pakai Kartu Kredit jadi kami bisa menghemat uang cash kami yang terkuras untuk belanja tadi. Setelah kenyang kami pulang ke hotel masing-masing.

Day 4, Tuesday 30th July 2019

Kami akan pergi ke Wat Pho dan Wat Arun. Kalau kata Kak Robin kalau berkunjung ke Bangkok kalau belum pergi kesana rasanya kayak belum ke Monas di Jakarta, belum sah. Oke jadi kami naik BTS lalu lanjut naik MRT kesana. Kami menyeberang dengan kapal, kalau ga salah 1 tiket nya 20 Baht. Pertama kita pergi ke Wat Arun dulu.

IMG-20190730-WA0005

Panas banget, jangan lupa sunblock dan kacamata hitam ya guys. Puas foto-foto kita makan dulu ke Icon Mall, nyebrang pakai kapal.

IMG-20190731-WA0053

 

Setelah itu kita ke Wat Pho.

IMG20190730153947

IMG20190730154454

IMG20190730161459

Dari Wat Pho kami sempat berkunjung ke China Town, tapi ga ada apa-apa, mirip seperti Pasar Baru atau Glodok di Jakarta. Setelah itu kita ke Asiatique. Kami makan durian, makan Mango Tango, wajib karena terkenal disini.


IMG-20190731-WA0038

Setelah itu kita balik ke Hotel, sudah lelah dan pegal-pegal kaki kami.

Day 5, Wednesday 31th July 2019

Saat nya pulang, entah kenapa gw biasa-biasa aja di trip kali ini. Sepertinya kurang kulineran, atau kurang manajemen untuk mengatur tempat-tempat yang dikunjungi. Di Bangkok juga macet sekali seperti di Jakarta. Pas pulang kita mendapat pengalaman ga enak di Th*i Airways, pramugari nya jutek banget, ga ramah. Tapi puji Tuhan kami sampai di bandara dengan selamat. Di bandara sebelum pulang ke rumah kami sempat kongko sebentar sambil makan HokBen dan kopi kulo wkwk.

Sekian cerita kali ini, maaf kalau kurang gregettt….but Thanks God for this journey! 🙂